Dari Gugusan Pulau di Timur Hingga Pedalaman Aceh di Barat

  Bangunan-bangunan luluh-lantah. Serpihan-serpihannya berserakan hingga penuhi ruas jalan setapak. Mayat-mayat berceceran di mana-mana. Darah? Janganlah ditanya. "Sewaktu sore di pulau nan indah itu kini tidak seperti sediakala; tidak ada lagi langit jingga keemasan, tidak ada lagi kepakan sekelompok burung yang melintas bermigrasi, tidak ada lagi keceriaan anak-anak kala bermain sampan di bibir dermaga, dan … Lanjutkan membaca Dari Gugusan Pulau di Timur Hingga Pedalaman Aceh di Barat

Rona Kuasa Ilusi

Dia bermain dan lantas tertawa. Dia teralienasi dan kemudian terjerembab. Sudah itu? Sesudahnya terus berulang bagai siklus hingga dia putuskan untuk menikmatinya. Di dalam kamp pengasiangan Aksara tak bebas untuk hidup. Tiap-tiap hal yang dilihat adalah semua hal yang dilihat kamp pengasingannya. Tiap-tiap rasa yang dirasakan adalah rasa yang dirasakan kamp pengasingannya. Kejenuhan yang melanda … Lanjutkan membaca Rona Kuasa Ilusi

Kehidupan Lain dan Bumi Aksara

Di penghujung petang dia berkata, "Aku sayang sama Aksara, tapi aku gamau sayang sama kamu." Aku hanya diam. Batinku tenang, tiadaku sangka-sangka selama ini ada yang menyayangi Aksara. Biar itu bercanda sekali pun, aku merasa tetap tenang karena ada seorang yang menyayangi Aksara. Aksara yang hanyalah kata-kata tak bermakna mulai memikat seseorang. Aksara memang cerdik; … Lanjutkan membaca Kehidupan Lain dan Bumi Aksara

Ketiadaan: Proses Dialektika Tiada Henti

Saya sedang berada di daerah Ungaran. Sepanjang perjalanan saya temui berbagai banyak hal; mulai truk-truk besar, rumah-rumah tua, dan pekarangan sawah yang sedap dipandang mata. Sebelum saya berada di sini, malam hari bersama seorang kawan, kami sempat sedikit memperbincangkan tentang kematian. Sepintas lalu, saya sempat berkata, “Apakah ada yang menangisiku kelak ketika aku sudah tiada?” … Lanjutkan membaca Ketiadaan: Proses Dialektika Tiada Henti

Teruntuk Seorang Kawan: Arga Yuda

Sewaktu itu masih pukul 23:36 menit tatkala aku menghubunginya. Saat itu, aku ingin betul keluar dari goa tempatku berada. Terlalu membosankan untuk berada terus-menerus di dalam goa. Ku pikir, memanglah baiknya aku sejenak pergi ke luar. Malam terang, gugusan Bintang hingga Bulan sabit terlihat jelas. Dari percakapan singkat melalui telepon genggam kawanku mengiyakan ajakkanku untuk … Lanjutkan membaca Teruntuk Seorang Kawan: Arga Yuda

Serikat Rakyat Sastra yang Mati Suri (Lagi)?

Kegembiraan datang dengan proses. Kepergian datang begitu saja. Memang itu semua adalah hal yang tidak adil. Aku rindu. Biar saja orang banyak berkata aku ini sedang melankolis. Tapi, sungguh aku rindu. Dan apakah kamu pernah merasakan rindu? Jika pernah, pasti kamu tahu bahwasannya rindu itu sungguh tiada enak dirasa. Lebih-lebih jika kerinduan tiada berbalas. Sungguh … Lanjutkan membaca Serikat Rakyat Sastra yang Mati Suri (Lagi)?

Penghormatan Kesekian

"Pengorbanan itu ada." Kahar menghela nafas, "Ya Aksara, aku sepakat denganmu. Pengorbanan itu memang ada. Tapi ya jangan jadikan pengorbanan menjadi mengada-ada." Akhir-akhir ini Yogyakarta melulu dipelukan hujan; mulai hujan yang malu-malu, hujan yang selewat, hingga hujan kesedihan. Yogyakarta memang istimewa sampai-samapi hujan menjadi istimewa di sana. Sewaktu itu langit kemerah-merahan di Yogyakarta tak terlihat … Lanjutkan membaca Penghormatan Kesekian